Me - My Self, My Mind, My Obsession

Diposkan oleh Haddad Sammir

Me, My Self - My Mind - My Obsession


Sobat, pepatah lama bilang `tak kenal maka tak sayang' karena itu aku ingin bercerita sedikit banyak tentang diriku. Semoga perkenalan ini dapat merekatkan persaudaraan kita.

Sobat, namaku Haddad Sammir. Aku adalah anak laki-laki biasa, warga negara Indonesia asli, orang Minang. Aku lahir di Padang, kota pesisir Sumatera Barat pada bulan maret tahun 1987. Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Orang tua ku pegawai negri. Kau tahu sobat, aku benar-benar merasa beruntung. Aku hidup ditengah keluarga yang demokratis. Semua pendapat kami tiga bersaudara selalu didengar oleh orang tua kami. Orang tau kami selalu berusaha mencukupi kebutuhan kami. Kami mendapat pendidikan yang baik, mulai dari sekolah hingga mengaji di surau. Dan yang terpenting, aku hidup dalam nuansa damai kota Padang.

Aku mulai masuk taman kanak-kanak pada tahun 1991. Saat itu umurku baru empat setengah tahun, sebuah awal perjalanan panjang. Perjalanan yang membentuk karakter dan pola pikirku. Perjalanan yang membawaku mengenal dunia dan melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Sobat, kau tidak akan percaya kalau aku bilang aku memahami dunia dalam serangkaian pola-pola. Tentu saja, kau akan mulai mengejekku dan mengirimkan komentar aneh-aneh tentang blog ini. Tapi sungguh sobat, dunia ini sungguh menakjubkan! Tuhan menciptakannya dengan indah sekali.

Sejak kecil aku terbiasa sendiri. Kau tahu sendirilah kedua orang tua ku pegawai negri. Masuk kerja pagi-pagi sekali dan pulang saat garin mesjid sudah mengaji menandakan tak akan lama lagi adzan Maghrib akan berkumandang. Jika orang tuaku sedang bekerja, aku dirumah bersama nenekku - yang saat ini sudah tiada – di rumah kami, sebuah rumah kayu (yang penuh kenangan). Awal tahun 90-an rumah kami diperbaharui. Sesuatu yang kini ku rindukan. Tak ada lagi bunyi berdecit di lantai, tak ada lagi pandangan lepas ke halaman sebelah tempat Papa (dan kadang-kadang aku) menanam berbagai pohon buah-buahan, ubi dan bumbu dapur. Serta yang paling ku takutkan, tidak ada lagi ketahan elastisitas untuk menghadapi gempa bumi.

Saat kecil dan saat sendiri, aku sering melihat langit, pepohonan, binatang dan yang paling aku suka: `matahari yang mulai tanggelam'. Aku paham betul kapan langit terlihat begitu indah. Tiada lain tiada bukan saat adzan Maghrib diserukan. Kalau kau beruntung sobat kau akan lihat langit bewarna jingga, kuning hingga ungu. Tentu saja matahari telah tenggelam. Dan cahanyanya dibalik lautan pecah kelangit! Sebuah maha karya tak ternilai .

Masa kecil adalah masa yang indah sobat. Kau hidup hanya untuk hari ini. Tidak ada hari esok, tidak ada yang namanya rencana serta tidak ada khayalan tentang wanita. Tapi semuanya berubah saat masuk SMA.

Sobat, masa SMA adalah masa yang indah sekaligus berat dan penuh perjuangan. Saat itu aku telah mengenal komputer dan tentu saja internet. Tahun 2001 aku masuk SMA, saat itu umurku masih 14 tahun. Terlalu muda memang. Tidak masalah bagiku, karena aku tetap tidak berubah. Aku adalah anak kecil yang duduk sendiri. Mencoba memetakan pola-pola dunia hanya untuk satu tujuan: `MENGETAHUI BAGAIMANA DUNIA BEKERJA'.

Aku bukan anak yang populer disekolah. Kecuali dikalangan guru-guru. Sabar sobat, aku terkenal bukan hanya karena aku memang tampan, tapi kata guru-guru ku di SMA, aku adalah simbol kenakalan remaja generasi baru.

Aku bukan pemakai narkoba. Aku tidak pernah tertangkap saat main bilyar dengan seragam sekolah. Aku tidak jahat terhadap perempuan. Aku hanya hidup dalam duniaku dan tidak mementingkan dunia luar. Autis kata orang sekarang.

Aku hadir di sekolah tidak lebih dari 10 hari dalam sebulan, dan terkadang tidak pernah hadir sama sekali. Kau tahu aku ada dimana saat tidak hadir di kelas? Ku beritahu kau satu rahasia: `kalau kau hendak mencariku di SMA 3 Padang, kau akan menemukanku sedang duduk membaca buku di perpustakaan, tepatnya di bagian buku-buku terlarang!' Jangan berpikir aneh dulu sobat, buku terlarang itu makhsudnya buku yang tidak boleh dipinjam untuk dibawa pulang tapi hanya boleh dibaca di perpustakaan.

Buku favoritku saat itu adalah buku eksiklopedia pengetahuan bergambar. Seperti yang kau tahu sobat, aku suka sekali dengan alam, keindahan dan keajaibannya. Pada saat itu, keajaiban alam yang paling banyak menyita perhatianku adalah lubang hitam (black hole). Tidak usah pura-pura sobat. Kau pasti pernah mendengar istilah lubang hitam itu. Benda super masif yang menarik benda apapun yang melintas pada horizon peristiwa-nya. Ilmuwan menyebut titik ini `point of no return' kau bisa analogikan itu dengan ejakulasi sobat. Iya ... ejakulasi yang dialami oleh batang kebahagiaan para pria. Saat kau mencapai titik itu (dengan cara apapun – kalau kau paham makhsudku) kau tidak akan mampu untuk kembali. Kau akan terhisap ke dalam keadaan yang bagi orang Perancis disebut `mati sesaat'.

Kau jangan bilang blog-ku porno ya sobat! Sudah kubilang-kan aku senang melihat pola-pola dunia. Kalau kau tetap beranggapan analogiku terlalu vulgar, baiklah aku ganti dengan yang lain. Kau sekarang dapat bayangkan `poin of no return' itu seperti `pilihan yang kau ambil'. Saat kau dihadapkan pada pilihan besar dalam hidupmu, katakanlah jika kau harus memilih cabang ilmu yang akan kau dalami, atau saat kau akan memilih seorang gadis untuk kau jadikan tempat berlabuh, kau sedang berada pada ambang `point of no return'. Kuatkan hatimu sobat, kalau kau salah melangkah, maka kau sudah kehabisan waktu dan energi untuk kembali.

Jadi coba kau katakan padaku apa pelajaran yang dapat kau ambil dari analogi yang kuceritakan padamu sobat ?

...
...

Jangan terburu-buru.

Kau tak usah malu padaku sobat.

...
...

Baiklah ... kalau kau tidak mau mengatakannya. Pelajaran berharga dari analogi `point of no return' adalah: `Jangan bermain-main dengan lubang hitam!'.

~~~

Sobat, kalau kau ingin mencariku dan tidak menemukanku di perpustakaan, ada baiknya kau cari aku di pantai Padang. Tempat dimana aku bisa melepaskan semua keluh kesahku. Kalau kau beruntung sobat, kau bisa melihat kakak-kakak mahasiswi kedokteran gigi Baiturrahmah berangkat kuliah. Aku tidak mau menceritakan kecantikan kakak-kakak calon dokter gigi itu kepadamu sobat. Nanti kau berpikiran yang bukan-bukan tentang diriku.

Selain perpustakaan, pantai adalah tempat yang rutin ku kunjungi. Biasanya, aku ke pantai bersama 2 orang brothers. Kami senang sekali duduk di rangkaian batu pemecah ombak sambil membicarakan berbagai hal. Tak kurang dari politik sampai skandal terbaru selebritis kami bahas tuntas. Tapi setelah matahari mulai meninggi, kami langsung menyelamatkan diri dari panasnya matahari Padang di toko buku Gramedia.

~~~

Sobat, aku telah menceritakan banyak hal kepadamu, tapi mengapa kau tidak menanyakan apa musik kesukaanku ? Apa kau pikir aku tidak suka musik ? Ayo lah sobat ... kau mulai membuatku jengkel.

Baiklah, aku ceritakan saja musik kesukaanku walaupun kau tak memintanya. Kau jangan marah ya sobat! Kau sendiri yang membuka blog ini. Tentunya kau sudah paham konsekuensinya bahwa aku akan menceritakan sebanyak mungkin kisah hidupku kepadamu tak peduli kau memintanya atau tidak.

Bagiku sobat, musik adalah irama kehidupan. Kau akan terbuai dengan irama sendunya. Bersemangat dengan irama berderap dan terbakar emosi mendengar alunannya yang mengikis jiwa. Tak hanya itu sobat, lirik-lirik lagu memberikanku inspirasi. Menyemangatiku dan membuai anganku.

Kau tahu sobat, saat kau tertangkap musuh dan kau nyanyikan lagu kebangsaanmu, maka kau memukul telak moral pasukan musuh. Musik bisa menjelaskan banyak hal yang tak terungkap. Menceritakan kekuatan hatimu.

Kalau kau bertanya apa jenis musik yang banyak memberiku inspirasi dan motifasi, aku akan jawab: `Reggae'.

~~~

Nah sobat, sekarang aku akan ceritakan padamu kisah hidupku bersama komputer. Kisah yang dimulai sejak aku kelas dua SMP.

Aku memiliki komputer saat aku masih SMP. Papa membelikanku komputer Pentium III dengan 64 MB Ram dan sistem operasi Windows 98. Saat itu aku merasa menjadi anak yang paling bahagia di dunia. Betapa tidak sobat, kau bisa melakukan hampir apa pun dengan komputer. Kau memiliki pemutar VCD sekaligus console game dan yang terpenting kau memiliki compiler yang membuatmu dapat berkomuniukasi dengan mesin.

Aku harus jujur pada mu sobat. Aku telah jatuh cinta !!!

Booming internet di tahun 1999 di Padang Kota Tercinta telah membuat perubahan besar dalam hidupku. Memiliki komputer dan internet seperti memiliki dunia sendiri. Tempat kau bisa lari dari masalahmu. Tempat kau mememukan orang-orang yang menghormatimu dengan apa yang pikirkan dan apa yang kau lakukan.

Kau tidak akan merasa muda ataupun tua di internet. Kau adalah dirimu sendiri apa adanya.

Paling tidak seperti apa yang kurasakan. Aku tumbuh dalam budaya internet yang kondusif pada saat itu. Aku bergaabung dengan bermacam-macam komunitas internet. Aku merasa berterima dengan komunitas. Aku berhutang pada komunitas. Sesuatu yang harus aku bayarkan.

Tahun penting yang harus kau catat seandainya kau ingin membuat biografi tentang diriku adalah tahun 2003. Sebuah transformasi yang membuatku berada pada `point of no return'. Aku merasa menemukan jalanku.

Pernah aku kehilangan semangat di awal tahun 2004. Saat itu, aku merasa sudah tidak ada gunanya lagi aku sekolah. Membuang-buang waktu ku dan menjauhkanku dari komputer. Aku tahu apa yang aku cari. Aku tahu apa yang aku inginkan. Dan sekolah tidak dapat memberikannya.

Aku tidak hadir sama sekali disekolah dan ini aku lakukan terang-terangan. Sebelumnya aku bolos tanpa sepengetahuan orang tua. Tapi untuk saat itu, aku terang-terangan bilang kalau aku tidak mau lagi sekolah. Kau bisa bayangkan sobat, hanya dua bulan menjelang Ujian Akhir Nasional.

Ego dan kecintaanku telah membutakan mataku. Saat aku sadar akan kebodohan yang ku lakukan aku kembali menyemangati diriku. Aku sudah tidak mungkin kembali. Tapi aku masih punya kesempatan untuk menyelesaikannya.

Ujian Akhir Nasional akhirnya datang juga. Aku datang ke sekolah untuk ujian dengan perasaan tenang. Kau harus tahu bahwa aku tidak punya target sobat. Aku hanya ingin menyelesaikan apa yang telah aku mulai tiga belas tahun sebelumnya. Saat Papa mengantarku ke Sekolah Taman Kanak-Kanak Baiturrahmah dan aku berguling-guling di lapangan karena tidak mau sekolah. Seharusnya ini adalah pertanda.

Satu kalimat terbersit dihatiku. `Aku yang telah memulainya, dan aku yang akan menyelesaikannya'.

Aku telah menyelesaikannya sobat. Aku lulus UAN

~~~

Kau tahu sobat apa yang aku lakukan saat ini ? Tentu saja kau tidak tahu, aku kan belum menceritakannya padamu. Saat ini aku memulai sebuah skenario. Sesuatu yang aku harapkan membawaku pada impian-impian ku. Tidak masalah jika suatu saat nanti skenario ini gagal. Aku tetap merasa menang. Aku bangga telah berani berjuang sobat !

Dan di akhir cerita ku ini, ada satu rahasia yang ingin kusampaikan padamu sobat. Tapi kau harus jaga rahasia kita.

Kau janji ?

Baiklah: Orang bilang kemenangan harus diraih, tapi bagiku sobat sekali lagi bagiku sobat dan ini adalah rahasia kita: `kemenangan harus diciptakan'.

1 komentar:

  1. y3dips mengatakan...

    selamat datang kembali :)

Poskan Komentar